jump to navigation

All About Depression 11/08/2008

Posted by chillinaris in Health Care, Psychology, Religion, Uncategorized.
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
trackback


Kekecewaan yang mendalam dan terus terbenam dalam benak sangat berpotensi menimbulkan depresi. Siapa pun, dari golongan atau ras manapun dan usia berapa pun sangat mungkin mengalami depresi.

Pengalaman buruk, pengalaman yang mengecewakan, kehilangan suatu hal baik yang bersifat abstrak maupun konkrit berpotensi menimbulkan depresi. Kecelakaan, kehilangan barang yang disayang, kehilangan pekerjaan, kehilangan jabatan, mengalami tuduhan negatif seperti dituduh maling atau menghamili anak orang, kehilangan seseorang yang dicintai akibat meninggal, umumnya memunculkan rasa kecewa.

Meski ada suatu takaran ilmiah, namun batasan depresi mungkin tidak dapat dirumuskan secara pasti. Sebagai bagian dari jiwa atau psikis, depresi dapat didefinisikan sebagai penyertaan komponen psikologis dan komponen somatik.

Sebagai bagian dari jiwa atau psikis, depresi dapat didefinisikan sebagai penyertaan komponen psikologis dan komponen somatik.

Komponen psikologis dapat disebutkan antara lain rasa sedih, susah, rasa tak berguna, gagal, kehilangan, tak ada harapan, putus asa, penyesalan, dll. Sedangan komponen somatik, seperti anoreksia, konstipasi, kulit lembab atau rasa dingin, tekanan darah dan nadi menurun.

Dalam psikologi, depresi merupakan salah satu jenis dari sekian banyak jenis gangguan mental. American Psychiatric Association memberi batasan gangguan mental sebagai gejala atau pola dari tingkah laku psikologi yang tampak secara klinis terjadi pada seseorang yang berhubungan dengan keadaan distres atau gejala yang menyakitkan.

Sementara itu, depresi sebagai salah satu bagian dari gangguan jiwa diberi batasan sebagai rasa sakit yang mendalam atas terjadinya sesuatu yang tidak menyenangkan sehingga memunculkan perasaan putus asa, tidak ada harapan, sedih, kecewa, dengan ditandai adanya perlambatan gerak dan fungsi tubuh.

Secara umum depresi terbagi atas tiga jenis yaitu normal grief reaction, endogenous depression dan neurotic depression.

Normal grief reaction disebut sebagai reaksi normal atas kehilangan. Jenis ini dapat disebut juga sebagai exogenous atau depresi aktif. Depresi ini terjadi berasal dari faktor luar. Biasanya sebagai reaksi dari kehilangan sesuatu atau seseorang seperti misalnya pensiun, meninggalnya seseorang yang dikasihi dan dicintai.

1_186219574l.jpg

Faktor penyebab yang berasal dari dalam namun belum jelas sumbernya dapat disebut sebagai endegenous depression. Gangguan hormonal, gangguan fisik pada organ tubuh seperti gangguan otak atau susunan syaraf. Munculnya gangguan ini seringkali secara pelahan dan bertahap.

Neurotic depression atau depresi neurotik terjadi jika depresi reaktif tidak dapat terselesaikan dengan baik dan tuntas. Depresi ini merupakan respon terhadap stres dan kecemasan yang telah berlangsung lama.

1_674184171l.jpg

Menemukan penyebab depresi tidaklah mudah. Sejumlah penyebab dapat muncul dan berlangsung pada saat yang sama. Umumnya, kehilangan disebut sebagai penyebab terbanyak terjadinya depresi. Dapat disebutkan empat macam kehilangan yaitu kehilangan abstrak, kehilangan konkrit, kehilangan khayali dan kehilangan sesuatu yang belum tentu hilang.

Kehilangan abstrak dapat disebutkan seperti misalnya kehilangan harga diri, kehilangan kasih sayang, harapan, ambisi, dll. Kehilangan konkrit antara lain kehilangan orang yang disayang, kehilangan barang, kehilangan hewan peliharaan, dll.

Sedangkan kehilangan khayali berupa kehilangan yang bersifat khayal seperti merasa tidak disukai dan diterima dalam suatu lingkungan, merasa dipergunjingkan orang. Sementara itu, kehilangan sesuatu yang belum tentu hilang seperti misalnya menunggu hasil tes kesehatan, menunggu hasil ujian, menunggu pengumuman kelulusan, dsb.

Namun, beberapa gejala dapat dikenali sebagai pencetus dan penyerta depresi. Secara fisik mengalami gangguan seperti gerakan menjadi lamban, tidak dapat tidur nyenyak, nafsu makan berkurang, gairah seksual dapat menurun dan meningkat secara tiba-tiba atau malahan hilang sama sekali, pusing, mulut terasa kering, jantung berdebar cepat, dll.

Gejala lain depresi dapat disebut seperti misalnya kehilangan perspektif hidup. Pandangan hidup, pandangan terhadap pekerjaan, pandangan terhadap keluarga menjadi kabur. Umumnya, pandangan terhadap dunia cenderung melihat sebagai suatu kekalahan, kerugian dan penghinaan. Pada diri cenderung menganggap diri kurang baik, tidak layak dan tidak berharga. Terhadap masa depan dirasakan penuh kesukaran, kerugian dan frustasi.

Perasaan yang sering berubah dan sulit dikendalikan dikenali juga sebagai gejala depresi. Perasaan putus asa, kehilangan harapan, sedih, cemas, rasa bersalah, apatis, marah, sering muncul tidak menentu dan menciptakan suasana hampa dan mati.

Seseorang menderita depresi dapat ditandai dari gejala psikologis yang ada seperti kehilangan harga diri dari orang lain, ingin melarikan diri dari masalah dan muncul perasaan yang sangat peka. Bahkan penderita depresi yang akut muncul pikiran dilusi yang sangat merugikan. Dilusi berupa pertanyaan kecemasan seperti seseorang akan membunuh saya, seseorang akan meracuni saya, dlsb.

Terlepas dari semua itu, janji Tuhan atas hidup setiap kita sangatlah jelas. Tuhan tidak pernah menjanjikan kehidupan yang selalu mulus dan baik-baik saja. Namun Tuhan menjanjikan saat hidup kita bergejolak, IA telah menyediakan jawaban dan jalan keluarnya. Jadi, sebelum depresi menimpa Anda, ingatlah di dalam Tuhan jalan keluar atas segala permasalahan hidup Anda telah tersedia.

😥

Komentar»

1. venus - 10/06/2012

Tidak ada yang namanya tuhan!
Yg plg penting adl mengandalkan diri sendiri.

2. forum - 14/08/2012

Spot on with this write-up, I actually believe that this web site
needs a lot more attention. I’ll probably be returning to read through more, thanks for the info!

3. Demetria - 28/10/2012

Hi this is kind of of off topic but I was wanting to know if blogs
use WYSIWYG editors or if you have to manually code with
HTML. I’m starting a blog soon but have no coding expertise so I wanted to get advice from someone with experience. Any help would be enormously appreciated!

4. Carson - 31/01/2013

Wow, this article is good, my younger sister is analyzing these things, therefore I am going to let know
her.

5. http://bing.com - 15/02/2013

Exactly how much time did it take you to publish “All About Depression | ஐ f⊕☻L∮ ♠ g∀ΓdΞη
ஐ~*♥ chillinaris™”? It contains quite a bit
of high-quality material. Appreciate it ,Carlton

6. yahoo.com - 19/03/2013

“All About Depression | ஐ f⊕☻L∮ ♠
g∀ΓdΞη ஐ~*♥ chillinaris™” Black Shades was indeed a really
nice post, . Continue posting and I’m going to keep viewing! Many thanks ,Loretta

7. bryan salamone divorce attorney - 22/04/2013

This paragraph presents clear idea in support of the new users of blogging, that
truly how to do blogging and site-building.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s