jump to navigation

The Power Of Love 11/08/2008

Posted by chillinaris in Health Care, Love, Psychology, Renungan, Motivasi, & Pengembangan Diri, Story, Uncategorized.
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , ,
trackback


Ada dua kelompok masyarakat di dunia ini yang dikenal panjang umur sehat sejahtera, yaitu masyarakat Okinawa dan Sardinia. Rata-rata mereka hidup di atas 100 tahun. Mengapa bisa?Bukan semata karena mereka banyak makan ikan, banyak mengkonsumsi kedelai, jamur, rajin berolahraga, istirahat cukup dan berbagai perilaku sehat lainnya.

Masyarakat kedua bangsa itu juga memiliki kultur yang sangat menghormati orang tua. Perasaan kecukupan cinta, jiwa yang hangat dan persahabatan yang erat sungguh memiliki dampak luar biasa bagi kualitas kesehatan dan kesejahteraan kita.

Banyak ahli telah menemukan bukti-bukti tentang kekuatan sentuhan (touching) misalnya. Banyak pakar telah membuktikan efek tertawa bagi kesehatan. Banyak peneliti membuktikan efek menyehatkan dari keterlibatan dalam aktivitas sosial. Semua itu pada intinya memperlihatkan betapa pentingnya interaksi dan relasi yang baik dengan orang lain, yang merupakan kebutuhan dasar manusia.

Masyarakat Barat (Eropa) sampai memiliki National Hugging Day alias hari berpelukan nasional. Bukan mereka penganut free sex, melainkan karena riset telah membuktikan betapa pelukan memiliki efek luar biasa menyehatkan.

Hasil riset antara lain memaparkan, suami istri yang melibatkan cukup pelukan, dekapan, elusan dan belaian dalam relasi mereka, keterikatan emosinya lebih kuat dibandingkan pasangan yang tidak cukup menerima sentuhan (touching).

Penelitian juga membuktikan bahwa anak yang kurang mendapatkan pelukan atau dekapan dari ayah khususnya, dan juga ibu, tingkat rasa amannya lebih rendah dibandingkan dengan anak yang cukup mendapatkan pelukan atau dekapan orang tuanya. Rasa aman sangat vital bagi perkembangan kepribadian anak.

Mari kita bertanya pada diri sendiri, sebanyak apa kita telah memeluk anak-anak kita? Banyak ayah yang bahkan berhenti menyentuh anak-anaknya setelah si anak masuk sekolah. Dan para ayah kemudian bertanya, “Mengapa anak-anak tidak dekat dengan saya? Mengapa anak-anak bisa terjerumus pergaulan yang salah? Saya ini kurang apa?” Mungkin kurang memeluk dan mendekap!

Bila seseorang sering: Sakit kepala, migrain, sakit maag, sulit tidur, banyak ngemil, merasakan sesak napas, sakit kista, sakit kanker, mengalami gangguan jantung, mudah menyerang orang lain (secara verbal maupun fisik) , senang melihat orang lain celaka, tak peduli orang lain sakit hati, mengejar perhatian lawan jenis, maka, mungkin dia: Tidak cukup mendapatkan cinta, Tidak cukup mencintai diri sendiri, Tidak cukup mendapatkan perhatian dari pasangan, Tidak cukup memiliki kehidupan seksual yang menyenangkan.

♥ஜ۩۞۩ஜ♥

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s