jump to navigation

LOVE IS LIKE WAITING FOR A BUS 11/07/2009

Posted by chillinaris in Love, Psychology, Story, Uncategorized.
Tags: , , ,
trackback

Cinta itu sama seperti orang yang menunggu bis….
>
> Sebuah bis datang, dan terkadang kita bilang, “Wah.. terlalu penuh,
sumpek,
> bakalan enggak bisa duduk nyaman neh! aku tunggu bis berikutnya aja
deh….
>
> “Kemudian, bis berikutnya datang. Kita melihatnya dan berkata, “Aduh
> bisnya kurang asik nih, enggak bagus lagi.. enggak mau ah..”
>
> Bis selanjutnya datang, cool dan kamu berminat, tapi seakan-akan dia
> tidak melihatmu dan lewat begitu saja…..duhh !
>
> Bis keempat berhenti di depan kita… Bis itu kosong, cukup bagus, tapi
> terkadang kita bilang, “Nggak ada AC nih, bisa kepanasan aku”. Maka kamu
membiarkan
> bis keempat itu pergi.
>
> Waktu terus berlalu, kita mulai sadar bahwa kita bisa terlambat pergi
kekantor. Ketika bis kelima datang, kamu sudah tak sabar, kamu langsung
melompat masuk ke dalamnya.
>
> Setelah beberapa lama, kita akhirnya sadar kalau kita salah menaiki bis.
> Bis tersebut jurusannya bukan yang kamu tuju! Dan kau baru sadar telah
menyiakan waktumu sekian lama.
>
> Moral dari cerita ini: sering kali seseorang menunggu orang yang
benar-benar “ideal’ untuk menjadi pasangan hidupnya. Padahal tidak ada orang
yang 100% memenuhi keidealan kita. Dan kamu pun sekali-kali tidak akan
pernah bisa menjadi 100% sesuai keinginan dia.
>
> Tidak ada salahnya memiliki ‘persyaratan’ untuk ‘calon’, tapi tidak ada
salahnya juga memberi kesempatan kepada yang berhenti di depan kita.
> Tentunya dengan jurusan yang sama seperti yang kita tuju.
>
> Apabila ternyata memang tidak cocok, apa boleh buat…. tapi kita masih
bisa berteriak ‘Kiri’ ! dan keluar dengan sopan.
>
> Maka memberi kesempatan pada yang berhenti di depanmu, semuanya bergantung
> pada keputusanmu. Daripada kita harus jalan kaki sendiri menuju kantormu,
> dalam arti menjalani hidup ini tanpa kehadiran orang yang dikasihi.
>
> Cerita ini juga berarti, kalau kebetulan kita menemukan bis yang kosong,
kamu sukai dan bisa kamu percayai, dan tentunya sejurusan dengan tujuanmu,
kamu dapat berusaha sebisamu untuk menghentikan bis tersebut di depanmu,
agar dia dapat memberi kesempatan kepadamu untuk masuk ke dalamnya.
> Karena menemukan yang seperti itu adalah suatu berkat yang sangat berharga
dan sangat berarti. Bagimu sendiri, dan bagi dia.
>
> Lalu bis seperti apa yang kita tunggu?

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s