jump to navigation

Satu Tubuh dengan 24 Kepribadian 20/02/2010

Posted by chillinaris in Buku, Misteri, Movies, People, Psychology, Story, Uncategorized.
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
trackback

Satu Tubuh dengan 24 Kepribadian
Kisah Nyata Billy

KEPRIBADIAN ganda, hingga kini masih menjadi rahasia terbesar dunia
psikiatri. Teori ilmiah yang dicoba dirangkai untuk menjelaskan fenomena
ini sering kali berbenturan dengan fakta di luar jangkauan akal sehat.

Setelah Sybil, guru taman kanak-kanak dengan 16 kepribadian mengguncang
dunia pada era 70-an, tak banyak literatur ilmiah populer yang mengungkap
fenomena kepribadian ganda. Tulisan Daniel Keyes yang muncul di era 80-an
ini kemudian memberikan banyak pencerahan.

24 Wajah Billy telah mengguncang Amerika, bukan hanya di kalangan ilmu jiwa melainkan juga masyarakat awam. Kisah kriminal yang dilakukan pria
dengan 24 kepribadian ini serta politisasi proses penyembuhan Billy
menjadi nilai tambah yang tidak diperoleh dalam Sybil.

Kisah Billy, pemuda sekaligus pemudi, orang dewasa sekaligus anak-anak yang terjebak dalam satu tubuh ini jelas akan memberikan pencerahan buat masyarakat awam maupun ahli ilmu jiwa di negeri ini. Kisah nyata Billy dengan beragam konflik dan penistaan yang dialaminya, diangkat apik oleh Keyes. Sehingga, beberapa adegan kontroversial yang dilakukan Billy tetap dapat disimak tanpa menimbulkan rasa jengah. Pengemasan yang cerdas membuat kalimat yang terurai mudah dipahami namun tetap sarat makna.

Langkah Qanita menerjemahkan buku ini dan melemparkannya pada publik pada  Juli lalu, bisa saja menjadi sumber inspirasi kalangan ahli maupun penulis ilmiah populer di Indonesia untuk mengangkat fenomena langka ini.

Qanita pernah sukses ketika menerbitkan kisah Torey Hayden, guru asal Amerika Serikat (AS) yang mencuat karena kiprahnya dalam menangani anak-anak berkebutuhan khusus. Tak lama setelah seri Torey Hayden menangguk sukses di Indonesia, Qanita berhasil menggiring seorang ibu berputra anak autisme menerbitkan kisah hidupnya ke khalayak.

24 Alter ego

Kisah nyata Billy jelas akan menyedot konsentrasi, karena lompatan 24
nama tokoh alter ego bisa timbul tiba-tiba, kapan pun, di mana pun.
Namun, lebih jauh dari itu, kisah Billy sang psikotis yang piawai melukis
ini telah menyeret realitas kehidupan sosial negara adidaya dengan segala implikasinya.

Billy lahir dan dibesarkan dalam keluarga submarginal yang terseok-seok bertahan dalam tekanan ekonomi dan liberalisme budaya. Keadaan makin buruk bagi Billy ketika ia menjadi korban perilaku seksual menyimpang saat usianya masih sangat belia.

Tarik ulur politis yang kerap menghambat penyembuhan Billy kian menguatkan kenyataan bahwa sesempurna apa pun sistem yang diterapkan negara adidaya tersebut, hak kaum jelata tetap kerap terpinggirkan. American dream ternyata tak seindah opini yang kerap dilontarkan publik AS.

Nyatanya, penyimpangan terjadi di mana-mana, pertanyaan besar tentang
eksistensi manusia dan humanisasi merajalela. Billy, mungkin menjadi
simbol betapa jargon-jargon kejayaan AS tak mampu menutupi masalah
psikososial yang dihadapi masyarakatnya.

Misteri yang tak terjawab

Kendati sejak awal diproklamasikan sebagai buku ilmiah populer,
pertanyaan besar justru luput dijawab Keyes. Misteri penyebab munculnya 24 kepribadian dalam satu tubuh tak sedikit pun diungkap buku ini.

Kendati secara teoretis masih terdapat pertentangan antar para ahli,
semestinya perkembangan terkini teori kepribadian ganda idealnya tetap dinukil.

Catatan lainnya, 24 wajah Billy juga menyiratkan kondisi bahwa perkembangan pemahaman kesehatan jiwa, ternyata tak berbanding lurus dengan perkembangan ilmu dan teknologi kedokteran fisik. Kenyataan itu ternyata tak hanya terjadi di negara-negara berkembang termasuk Indonesia, namun juga di masyarakat modern AS.

Gangguan jiwa kerap disepelekan, tak diwaspadai secara dini. Akibatnya, kerusakan telanjur menjadi kronis dan sulit disembuhkan. Dampaknya, bukan hanya si penderita yang mengalami penderitaan karena sulit beradaptasi di lingkungan sosial, masyarakat di sekitarnya juga terancam terkena dampaknya.

Penderita gangguan perilaku seksual yang tak segera ditangani berpotensi berubah menjadi pelaku kejahatan. Korban mereka pun di masa datang bukannya tak mungkin akan berubah menjadi mimpi buruk bagi komunitasnya. Lingkaran mengerikan yang jelas tak mudah ditangani itu turut mewarnai kisah Billy.

Ketiadaan penjelasan tentang munculnya alter ego dari dua jenis kelamin berbeda dengan rentang usia yang sangat beragam membuat pembaca merasa tak tuntas. Bagi mereka yang masih penasaran, menjelajahi perpustakaan dan browsing di internet untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang masih menggantung menjadi solusi utama.

Pertanyaan paling mendasar bagi pembaca awam adalah pemicu munculnya lebih dari satu alter ego pada satu tubuh manusia. Pertanyaan berikutnya, bagaimana proses pemulihan yang harus dilalui bagi yang memiliki kepribadian ganda.

Misteri selanjutnya adalah pertanyaan apakah orang yang berkepribadian ganda tetap dapat hidup normal dan bersosialisasi dengan wajar di lingkungan publik. Apakah penyatuan kepribadian-kepribadian unik itu menjadi solusi satu-satunya?

24 Wajah Billy memang tak secara tuntas menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Keyes mungkin sengaja memancing perhatian publik terhadap fenomena kepribadian ganda.

Tanggapan

Buku yang diklaim penerbitnya laku keras ini dikomentari positif oleh
penulis Sybil, Flora Rheta Schreiber. “Benar-benar membuat shock,” ujar Schreiber.

Sementara itu, Sarlito W Sarwono, psikolog yang juga penerjemah Sybil menyatakan buku 24 Wajah Billy merupakan kisah nyata yang sangat memikat. “Bermanfaat bagi para profesional maupun awam,” kata Sarlito.

Di negeri asalnya, buku ini sukses meraih nominasi Edgar Ward dalam kategori kisah nyata kriminal terbaik. Ajang ini diselenggarakan oleh asosiasi penulis misteri AS.

Berikut adalah beberapa kepribadian yang menghuni sosok Billy:

Antara lain, Philip, penjahat kelas teri.

Kevin, otak sebuah perampokan toko obat.

April, wanita dengan satu ambisi membunuh ayah tiri Billy.

Adalana, lesbian kesepian dan haus cinta, ia memakai tubuh Billy dalam pemerkosaan yang menyebabkan Billy ditangkap.

David, anak lelaki 8 tahun, si penanggung rasa nyeri.

Ragen, berbahasa Serbo-Kroasia, dan sang guru Billy sendiri digambarkan sebagai lelaki muda yang tersiksa, amnesia, dan kerap menemukan dunianya terpecah-belah dan menakutkan.

Billy tak memiliki kendali atas tindakan pribadi-pribadi lain yang bersemayam dalam dirinya.

Billy Milligan ditangkap dan dijebloskan ke penjara karena penculikan dan pemerkosaan tiga wanita di kampus Ohio State University. Namun kemudian, atas dasar alasan kegilaan, pengadilan membebaskannya.

Meragukan kisah Billy dan menganggap fenomena kepribadian ganda hanya isapan jempol dan akting sempurna seorang penipu?

Sketsa lukisan yang disisipkan dalam 24 Wajah Bila membuktikan kisah ini direka dari fakta nyata. Beragam lukisan dengan pulasan yang eksotis dilukis mencerminkan eksistensi tiap kepribadian Billy.

Buat penikmat seni lukis, pasti akan tergoda memiliki salah satu lukisan
fenomenal itu. Bagi kaum awam, coretan tangan Billy menggugah inspirasi dan menggoda angan untuk membayangkan betapa misteriusnya sosok Billy dengan 24 karakter yang berbeda satu sama lain.

Penulis

Daniel Keyes, photo by Beth Gwinn

Daniel Keyes lahir di New York. Meraih gelar sarjananya dari Brooklyn College. Novel pertamanya, Flowers for Algernon (difilmkan dengan judul
CHARLY) memenangi sejumlah penghargaan.

Tulisannya dalam buku itu menjadi bahan kajian di berbagai sekolah menengah umum dan sekolah setingkat akademi di seluruh AS. Keyes dan istri serta dua orang putrinya yang sudah dewasa kini tinggal di Florida.

Dalam situs pribadinya, www.astraeasweb.net terungkap bahwa kisah hidup Billy Milligan akan diangkat ke dalam layar lebar. Sejumlah aktor Hollywood papan atas disebut-sebut menjadi kandidat pemeran Billy. Nama Leonardo DiCaprio menjadi salah satu aktor yang berpeluang besar memainkan tokoh Billy.

Hingga kini, kabar terakhir dari Billy Milligan nyaris tak terdeteksi.
Billy terakhir kali memberikan pernyataan pada publik melalui situs
tersebut dengan mengkritik keras sistem perawatan di sejumlah institusi kesehatan jiwa milik pemerintah AS.

Ia tak menyebutkan apakah kepribadian-kepribadian dalam dirinya telah menyatu. Namun, dalam babak-babak terakhir tulisan Keyes terungkap bahwa Billy masih berjuang keras meraih dan menyatukan potongan-potongan jiwanya dengan terapi psikiatris.

Billy juga mengkritik keras sikap psikiatris di negerinya yang tak pernah
tuntas menyelesaikan masalah kepribadian ganda. Puluhan hingga ratusan pasien kepribadian ganda malah menjadi komoditas penangguk keuntungan. Rumah sakit dan dokter dianggapnya membebankan biaya perawatan yang tak wajar.

Kemarahan Billy yang terungkap dalam kritik pedasnya pada institusi
birokrasi dan rumah sakit mencerminkan dendam seorang pengidap kelainan jiwa yang harus melalui proses penyembuhan yang panjang namun tak kunjung sembuh.

“Sistem yang ada di negeri ini harus diubah total. Seorang penderita penyakit jiwa akan makin kronis dengan sistem ini. Mereka jadi objek dari sebuah kejahatan ekonomi yang kejam. Negara ini juga mampu membuat seorang yang sehat menjadi sakit dengan sistemnya yang tak waras,” tegas Billy, entah kepribadian siapa yang muncul saat Billy menegaskan sikapnya tersebut. Atau, itu adalah pernyataan Billy yang telah utuh? (Zat/P-5)

Diambil dari www.mediaindo.co.id

Komentar»

1. tikasafitri - 14/08/2010

saya baru tahu arti dari sebuah SKIZOFRENIA dua hari yang lalu dai mulut teman saya. kebetulan salah satu teman dekat smasa SMA mengidap penyakit psikis tsb.(orang Indonesia)
disertai buku BILLY 24 KEPRIBADIAN yang teman saya bawa tiap hari itu, membuat saya semakin fantasy dalam membayangkannya; Kepribadian yang berubah’kapan-pun.
mau nanya:

1. apakah nama Film yang berbau Skizofrenia yang diperankan oleh Leonardo Di Caprio (di atas)?????
***andai perfilman negri kita tercinta TANAH AIR INDONESIA, dapat membuat film sperti kisah Billy.🙂 pasti akan heboh di pasaran!!

2. bagaimana yah, cara utk menyembuhkan penyakit tmnnya tmn saya itu dari Skizofrenia. sedangkan dirinya sendiri tidak mau ke Psikater maupun Psikologist, karena takut di masukkan ke RS.Jiwa. meskipun iya, pasti membutuhkan uang yg tdk sedikit. sedangkan hingga detik ini pun, dia tidak pernah memberitahu orangtuanya dengan keadaan dirinya seperti ini.

minta saran ya kaaaaak. mohon di balas. sbelumnya trimakasih byk :))

chillinaris - 21/08/2010

😉
1. Filmnya itu msi dmn acara penggarapan n disutradarai sm Joel Schumacher, yg nyutradarain The Phantom of the Opera, produksi New Regency Productions. Jdi lom release.. Film sprti itu g bakalan ngasilin duit gede di negara spt yg kita ympatin ini hehee… Andai ada barang kali hanya Putu Wijaya yg g begitu matre n komersil, tapi berkualitas, cos filmnya rada2 gila n butuh ide yg ga biasa org temuin di Indonesia. Heboh???! Jelas n bs bikin kontroversi n kecaman tuh… 😀
Joel Schumacher

2. Suruh ja sholat klo muslim, atau yg penting gmn crnya biar dekat ma Tuhan apapun kegiatannya. bagaimnpun Tuhan adl jalan terakhir qt buat segala mcm mslh qt, cobaan sebesar apapun itu adl tetep sbatas kemampuan mnsia, jd psti bs !!! Hanya KEYAKINAN yg dibutuhkan, OK??! 😉

semoga membantu.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s