jump to navigation

BEDA ALAM 12/02/2010

Posted by chillinaris in Religion, Story, Uncategorized.
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
add a comment

by Rd.Grace Anata Irlanari, S.Pd.

Beberapa minggu ini aku dan keluargaku sedang sering mendengar cerita teman adik kecilku, Nicky, yang masih SMA kelas 2, atau kalau sekarang kelas XI. Teman adikku ini, ceritanya 2 tahun lalu, waktu masih kelas 3 SMP pernah jatuh di kolam renang sampai tidak sadar. Setelah sadar, dia jadi ‘aneh’. Bapaknya sampai periksa ke dokter ahli syaraf, discan,dll, semua normal. Tapi anak ini ga normal. Dia sering tiba-tiba ngamuk, tiba-tiba jadi orang lain. Sampai katanya, sudah habis hampir 20 juta untuk mengobati anak ini.
Ada satu yang aneh… Niki cerita, anak ini mengaku namanya aduh lupa siapa…Pokoknya orang Yogya. Dia mati diazab Allah, katanya. Jadi…anak ini mengaku sering kerasukan. Katanya di tubuhnya ada beberapa jin.
Kebetulan adik saya yang pertama, Eric pernah belajar tenaga dalam. Insya Allah suka bantu orang-orang kasus-kasus begini. Nah..kemarin anak ini ke rumah.
Anaknya cakep, tapi ngomongnya agak susah, sering melamun. Kebetulan saya sedang di kamar, tidurin Nada, anakku. Sudah beberapa lam, bapaknya, yang ternyata pernah jadi pembimbing aku di SMA di Bandung waktu aku PPL di sana…Dunia ini memang sempit.
Ketika diterapi, memang anak ini sering melamun, ga konsen… Dia juga bilang, kasihan kalau jinnya dikeluarin dari dalam tubuhnya. Tapi alhamdulillah kita sama-sama kasih pengertian.
Dia juga bilang bahwa jadi percaya dengan hal-hal seperti ini, jadi semakin dekat dengan Allah. Alhamdulillah.
Tapi sayapun bilang bahwa kita dan jin beda alam, jangan merasa kasihan dengan memberikan tubuh kita sebagai tempat mereka, karena akan dzolim ke kita juga.

Sebuah hadist dari Abu Tsa’abah, Maksud Hadist :”Jin itu ada tiga jenis yaitu : Jenis yang mempunyai sayap dan terbang di udara, jenis ular dan kalajengking, dan jenis yang menetap dan berpindah-pindah.”

“Dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Dan Kami telah menciptakan jin, sebelum itu dari api yang sangat panas.” (Al-Hijr : 26-27)

Abu Bakar bin Ubad meriwayatkan : “Pada setiap rumah kaum muslimin ada jin Islam yang tinggal di atapnya, setiap kali makanan diletakkan, maka mereka turun dan makan bersama penghuni rumah.”

Jin juga menjadikan tandas sebagai tempat tinggalnya. Rosululloh SAW, telah bersabda: “Sesungguhnya pada tiap-tiap tempat pembuangan kotoran ada didatangi jin, kerana itu bila salah seorang kamu datang ke tandas maka hendaklah ia mengucapkan doa: ” Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari jin lelaki dan perempuan” (HR. Abu Dawud) Jin juga sangat suka tinggal di lubang-lubang. Oleh kerana itu dalam sebuah hadis dijelaskan yang maksudnya: “Janganlah kamu kencing dilubang.”(HR. An-Nas’i)

Menurut buku Assyibli meriwayatkan sebuah riwayat dari Zaid bin Mujahid yang mengatakan bahwa, “Iblis mempunyai lima anak, yang masing-masing diserahkan urusan-urusan tertentu. Kemudian dia memberi nama masing-masing anaknya : Tsabar, Dasim, Al-A’war, Maswath dan Zalnabur.” Iblis mempunyai kerajaan yang sangat besar. Ada menteri-menteri, pemerintahan dan pejabat-pejabat. Iblis juga mempunyai wakil-wakil, lima di antaranya wajib diwaspadai :

Yang pertama, menurut kalangan Jin, bernama Tsabar. Dia selalu mendatangi orang yang sedang kesusahan atau ditimpa musibah, baik kematian isteri, anak ataupun kaum kerabat. Kemudian dia melancarkan bisikannya dan menyatakan permusuhannya kepada Alloh Ta’ala. Diucapkannya, melalui mulut orang yang ditimpa musibah itu, keluh-kesah and caci-maki terhadap ketentuan Alloh Ta’ala atas dirinya.

Yang kedua, namanya ialah Dasim. Syaitan inilah yang selalu berusaha dengan sekuat tenaganya untuk mencerai-beraikan ikatan perkawinan, membuat rasa benci antara satu sama lain di kalangan suami-isteri, sehingga menjadi penceraian. Dia adalah anak kesayangan Iblis di wilayah kerajaannya yang sangat besar.

Yang ketiga, namanya ialah Al-A’war. Dia dan seluruh penghuni kerajaannya, adalah pakar-pakar dalam urusan mempermudah terjadinya perzinaan. Anak-anaknya menghiaskan indah bahagian bawah tubuh kaum wanita ketika mereka keluar rumah, khususnya kaum wanita masa kini, betul-betul menggembirakan Iblis di kerajaan yang besar. Segala persoalan yang menyangkut keruntuhan moral dan perzinaan berurusan dengan pejabat besar mereka.

Yang keempat, namanya ialah Maswath, pakar dalam menciptakan kebohongan-kebohongan besar mahupun kecil. Bahkan kejahatan yang dia dan anak-anaknya lakukan sampai pada tingkat dia memperlihatkan diri dalam bentuk seseorang yang duduk dalam suatu pertemuan yang diselenggarakan oleh manusia, lalu menyebarkan kebohongan yang pada gilirannya disebarkan pula oleh manusia.

Yang kelima, namanya ialah Zalnabur. Syaitan yang satu ini berkeliaran di pasar-pasar di seluruh penjuru dunia. Merekalah yang menyebabkan pertengkaran, caci-maki, perselisihan dan bunuh-membunuh sesama manusia. Untuk menghindarinya hendaklah selalu mengucapkan :
”Aku berlindung kepada Allah dari gangguan syaitan, yang terkutuk”.

▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀

Tipu Daya Setan (A Ilyas Ismail) 04/09/2009

Posted by chillinaris in Buku, Religion, Uncategorized.
Tags: , , , , , , , , , , , ,
1 comment so far

The Representation of Al-Dajjal

Adam & Hawa/Eve

Adam & Hawa/Eve

Setan adalah musuh bebuyutan manusia. Nabi Adam, bapak manusia, harus keluar dari surga karena tergoda oleh bujuk rayuannya (Al-Baqarah: 36). Dikatakan, setan akan memukul dan meyerang manusia dari segala arah, sehingga manusia tak berdaya dan menjadi kufur kepada Allah. ”Kemudian saya (setan/iblis) akan mendatangi mereka (manusia) dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur/taat.” (Al-A’raf: 17).

Diingatkan agar umat Islam tidak mudah mengikuti langkah-langkah setan. ”Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan, karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (Al-Baqarah: 168).

twin+towersBanyak cara yang dilakukan setan untuk menyesatkan manusia. Pertama, menjanjikan kemiskinan, sehingga manusia menjadi kikir (Al-Baqarah: 268). Kedua, menyuruh pada kejahatan, sehingga manusia lupa kebaikan. Ketiga, menciptakan permusuhan di antara sesama manusia, sehingga konflik dan perang terjadi di mana-mana (Al-Maaidah: 14). Keempat, meniupkan angan-angan kosong, sehingga manusia malas berusaha dan bekerja keras (An-Nisa’: 20). Itulah berbagai tipu daya setan untuk mengganggu dan menjerumuskan manusia ke lembah kehinaan. Dalam kitab Ihya’ ‘Ulum al-Din, Imam Ghazali menggambarkan hati orang mukmin ibarat sebuah benteng, sedangkan setan ibarat musuh yang akan merobohkan benteng itu. Maka untuk menjaga dan menyelamatkan benteng itu, kata Ghazali, orang mukmin harus menutup semua jalan masuk atau akses menuju benteng, sehingga setan tak dapat mendekat dan menguasainya. Namun, lanjut Ghazali, tak mungkin seseorang bisa menutup akses ke benteng itu bila tidak mengetahui jalan masuk atau pintu-pintunya. Ini berarti, tugas pertama yang harus dilakukan adalah mengenali pintu-pintunya, lalu menutupnya rapat-rapat sehingga musuh tidak bisa mendekat karena kehilangan akses. :PDi antara pintu-pintu yang harus dikenali itu, menurut Ghazali, adalah pintu amarah dan syahwat, pintu dengki dan iri hati, pintu makan minum secara berlebihan, pintu cinta dunia, pintu tergesa-gesa, dan pintu buruk sangka kepada sesama umat Islam. Dalam ilustrasi lain, Ghazali menggambarkan setan seperti anjing kelaparan yang selalu mendekat. Kalau hati kita kotor, dalam arti banyak ”santapan setan” di dalamnya, maka ia akan terus menyerang. Ia tidak akan lari hanya dengan gertakan atau dengan membaca ta’awwuz atau hawqalah. Tapi, kalau hati kita bersih, maka dengan hanya menyebut asma Allah, ia sudah lari terbirit-birit. Jadi, tipu daya setan sesungguhnya tidak berpengaruh bagi orang takwa yang jiwa dan hatinya bersih. Firman Allah, ”Sesungguhnya setan itu tidak ada kekuatannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhannya.” (Al-Nahl: 99). Wallahu a’lam! (c) Republika Online.