jump to navigation

Ketahuilah Olehmu 17/04/2010

Posted by chillinaris in Religion, Renungan, Motivasi, & Pengembangan Diri, Uncategorized.
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , ,
add a comment

Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia-sia..

Allah SWT tahu betapa keras engkau sudah berusaha.

Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih…

Allah SWT sudah menghitung airmatamu.

Jika kau pikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu serasa berlalu begitu saja…

Allah SWT sedang menunggu bersama denganmu.

Ketika kau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk untuk menghubungimu …

Allah SWT selalu berada di sampingmu.

Ketika kau pikir bahwa kau sudah mencuba segalanya dan tidak tahu hendak berbuat apa lagi…

Allah SWT punya jawabannya.


Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa tertekan…

Allah SWT dapat menenangkanmu.

Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan…

Allah SWT sedang berbisik kepadamu.

Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau merasa ingin mengucap syukur…

Allah SWT telah memberkatimu.

Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban…

Allah SWT telah tersenyum padamu.

Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi…

Allah SWT sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu.

Ingat bahwa di manapun kau atau ke manapun kau menghadap…

Allah MAHA TAHU & MAHA MENDENGAR

Video Opick feat. Amanda – Maha Melihat

♥ஜ۩۞۩ஜ♥

Jangan pernah memukul anak-anak 13/03/2010

Posted by chillinaris in Renungan, Motivasi, & Pengembangan Diri, Story, Uncategorized.
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
7 comments

Ini kisah nyata yg lagi heboh di Malaysia sekarang, jangan lupa siapkan tissue karena bener-bener menyedihkan……Ingatlah….semarah apapun, janganlah bertindak keterlaluan…………..

Ditujukan kepada semua orang tua,
Sebuah kisah untuk dijadikan pengalaman dan pengajaran……Sebagai ibu kita patut juga menghalangi perbuatan suami kita memukul. Khususnya pada anak-anak yang masih kecil dan tak tahu apa-apa. Mengajar dgn cara memukul bukanlah cara terbaik, mungkin sudah sampai waktunya untuk badan2 kebajikan educate org Malaysia untuk praktekkan konsep “time out” jika anak2 berbuat salah.

Begini kisah nyatanya:

Sepasang suami isteri seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak untuk diasuh pembantu rumah ketika mereka bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan berusia tiga setengah tahun. Sendirian di rumah, dia sering dibiarkan pembantunya yang sibuk bekerja. Dia bermain diluar rumah. Dia bermain ayunan, berayun-ayun di atas ayunan yang dibeli papanya, ataupun memetik bunga matahari, bunga kertas dan lain-lain di halaman rumahnya. Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dia pun mencoret semen tempat mobil ayahnya diparkirkan tetapi karena lantainya terbuat dari marmer, coretan tidak kelihatan. Dicobanya pada mobil baru ayahnya. Ya… karena mobil itu bewarna gelap, coretannya tampak jelas. Apa lagi kanak-kanak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya. Hari itu bapak dan ibunya mengendarai motor ke tempat kerja karena ada perayaan Thaipusam sehingga jalanan macet. Setelah penuh coretan yg sebelah kanan dia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari si pembantu rumah.
Pulang petang itu, terkejutlah ayah ibunya melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan angsuran. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, “Kerjaan siapa ini?” Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah padam ketakutan lebih2 melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan ‘Tak tahu… !” “Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?” hardik si isteri lagi.Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata “Ita yg membuat itu papa…. cantik kan!” katanya sambil memeluk papanya ingin bermanja seperti biasa. Si ayah yang hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon bunga raya di depannya, terus dipukulkannya berkali2 ke telapak tangan anaknya. Si anak yang tak mengerti apa-apa terlolong-lolong kesakitan sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya. Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan. Pembantu rumah terbengong, tdk tahu hrs berbuat apa?. Si bapak cukup rakus memukul-mukul tangan kanan dan kemudian tangan kiri anaknya.
Setelah si bapak masuk ke rumah dituruti si ibu, pembantu rumah menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar. Dilihatnya telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka2 dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiram air sambil dia ikut menangis. Anak kecil itu juga terjerit-jerit menahan kepedihan saat luka2nya itu terkena air. Si pembantu rumah kemudian menidurkan anak kecil itu. Si bapak sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah.
Keesokkan harinya, kedua-dua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu. “Oleskan obat saja!” jawab tuannya, bapak si anak. Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si bapak konon mau mengajar anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu tetapi setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. “Ita demam…
” jawap pembantunya ringkas.”Kasih minum panadol ,” jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Ita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lg pintu kamar pembantunya. Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Ita terlalu panas. “Sore nanti kita bawa ke klinik. Pukul 5.00 siap” kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan ia dirujuk ke hospital karena keadaannya serius. Setelah seminggu di rawat inap doktor memanggil bapak dan ibu anak itu.
“Tidak ada pilihan..” katanya yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena gangren yang terjadi sudah terlalu parah.
“Ia sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya kedua tangannya perlu dipotong dari siku ke bawah” kata doktor.
Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan. Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si bapak terketar-ketar menandatangani surat persetujuan pembedahan. Keluar dari bilik pembedahan, selepas obat bius yang suntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga heran2 melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata.

“Papa.. Mama… Ita tidak akan melakukannya lagi. Ita tak mau dipukul papa. Ita tak mau jahat. Ita sayang papa.. sayang mama.” katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya.
“Ita juga sayang Kak Narti..” katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuatkan gadis dari Surabaya itu meraung histeris.
“Papa.. kembalikan tangan Ita. Untuk apa ambil.. Ita janji tdk akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Ita mau makan nanti? Bagaimana Ita mau bermain nanti? Ita janji tdk akan mencoret2 mobil lagi,” katanya berulang-ulang.

Serasa copot jantung si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung2 dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi, tiada manusia dapat menahannya.
*“jika tidak dapat apa yang kita suka…belajarlah utk menyukai apa yang kita dapat..” *SoMeTiMeS GoOd PeOpLe Do EvIl ThiNgs….

*dari grup EliteZ di facebook  ^_^

*sumber asli

Outro:

*Music video by The Cranberries performing Animal Instinct. (C) 1999 The Island Def Jam Music Group

Apakah Anda Seorang Lelaki Pemberani? 07/01/2010

Posted by chillinaris in ஐ ƒ⊕⊗⇓'∮ ♠ g∀ΓdΞη ஐ~*♥™, Pictures, Renungan, Motivasi, & Pengembangan Diri, Uncategorized.
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
3 comments

Oleh : Anwariansyah

Apakah berani itu? Sikap tidak gentar ketika menghadapi tantangan duel, ataukah semangat tanpa ragu mengarungi lautan luas, hanya dengan bermodal perahu menerjang ombak bergulung-gulung?

Lelaki mana yang rela disebut pengecut, pecundang tengik, penakut kentut, anak mami, atau … apalah namanya, sebutan untuk lelaki “lemah syahwat” yang mundur ke belakang ketika menghadapi tantangan, bersembunyi di sudut ketika menerima tuntutan. Anda rela?


Tapi tahukah Anda apakah keberanian sesungguhnya? Yang seharusnya dihadapi semua lelaki di dunia ini? Sebagai tantangan yang harus dibuktikan?

Hidup kawan. Kehidupan inilah arena pertarungan sesungguhnya. Bukan ruangan gelap dengan lampu kerlap-kerlip dunia malam. Bukan jalan raya arena balapan. Bukan pula geng-gengan dengan simbol-simbol kejantanan. Apalagi hirupan racun dari bong pembawa kehancuran.

Itu bukan kehidupan, tapi kematian dalam hidup. Tidak ada yang lebih pengecut selain orang yang bersembunyi di bilik kematian karena takut menghadapi kehidupan. Pecundang asli adalah penikmat aroma kematian dalam simbol-simbol keberanian semu.


Cobalah tengok kehidupan yang sesungguhnya. Pejuang-pejuang hidup mengisi hari-harinya dengan pertarungan mengalahkan diri sendiri.  Berjuang banyak menolong kehidupan orang lain dengan sedikit memenangkan diri sendiri. Lelaki sejati berjuang untuk anak-isteri. Lelaki sejati berjuang untuk anak negeri. Lelaki sejati berjuang untuk keyakinan pasti. Lelaki sejati tidak mengharap arti, apalagi materi. Lelaki sejati merasa cukup dengan pemberian Ilahi.










Lelaki sejati berjuang untuk keyakinan pasti.

Itulah lelaki pemberani.


♥ஜ۩۞۩ஜ♥